Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam

Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia pada Masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam


    Dari iklim dan bentuk muka bumi di Indonesia ini sangat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Indoensia. Hal ini dapat diketahui dari corak kehidupan masyarakat Indonesia paa masa praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam.



Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCK5FJup2qzl04TbO4Y6V0mP5WBdGhjSLFeFttusGxLLfEKY5KbEXbG54Yc2iXZk-noFpbggwyWPv1xbD3PVXRr5-P9euX24qI9brC02alVAO771VBkSb3i4H_70mPiFNhMiV0XMm1wful/s1600/21.5+Keunikan+Candi+Borobudur4.jpg

Kehidupan Masyarakat Masa Praaksara


    • Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

             Kehidupan manusia mengumpulkan makanan, dari sejak Pithecanthropus
          sampai dengan Homo sepiens yang sangat bergantung terhadap alam.
             Mereka bertempat tinggal di padang belukar yang letaknya berdekatan dengan sungai.
          Tempat ini pun tempat persinggahan hewan-hewan seperti kerbau, kuda, monyet dan lainya. Hewan inilah yang kemudian akan di buru oleh manusia untuk makanan. Di samping berburu mereka pun mengumpulkan tumbuhan yang meraka temukan seperti ubi-ubian, keladi ,dan daun-daunan serta buah-buahan. Mereka pun bertempat tinggal di gua-gua yang tidak jauh dari sumber air dan berdekatan dengan sumber makanan.
             Dalam berburu dan mengumpulkan makanan mereka pun membuat alat-alat dari batu yang masih kasar, tulang , dan kayu disesuaikan dengan keperluan mereka, alatnya berupa kapak perimbas, alat-alat serpih, dan kapak genggam.
             Selain itu, mereka juga membutuhkan api untuk berbagai keperluan, api dibuat dengan cara menggosokan dua keping batu yang mangandungunsur besi sehingga menimbulkan percikan api yang akan membakar lumut atau rumput kering sebagai bahan bakar unutuk menghidupkan api.


                   Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRHaZOEe8UjlAPE8b3DTQf2Ce4ciMvJteYY75clYyD3SitcIYlhFB-DtRU6IirteHuNMIjl8s5AMXm8ZJC_RBcsZB5vtffWDgyf47-0BhF2YojvkRw7i1yKzWjWHoxyltOO1VtumdDmyYz/s1600/Masa+Berburu+dan+Mengumpulkan+Makanan.jpg

    • Masa Bercocok Tanam

             Masa bercocok tanam adalah masa ketika manusia mulai memenuhi kebutuhan hidpunya denga cara memanfaatkan hutan belukar untuk dijadikan ladang.
             Masa ini di mulai pada saat cara hidup berburu dan mengumpulkan makanan di tinggalkan. Pada masa ini, mereka mulai hidup menetap di suatu tempat. Dan manusia uang hidup pada masa ini adalah Homo sepiens, baik itu ras Mongoloid maupun ras Austromelanesoid.
              Pada masa ini sangat lah penting karena di temukanya penemuan baru. Beberapa penemuan barunya seperti penguasaan sumber-sumber alam. Berbagai macam tumbuhan dan hewan mulai di pelihara. Mereka bercocok tanam dengan cara berladang. Pembukaan lahan dilakukan dengan cara menebang dan membakar hutan. Jenis tanaman yang ditanam adalah ubi, pisang, dan sukun. Selain berladang, mereka pun berburu dengan menangkap ikan terus dilakukan  untuk mencukupi kebutuhan akan protein hewani. Kemudian merka pun mulai meninggalkan berladang dan di gantikan dengan berawah. Bercocok tanam tanaman padi dan umbi-umbian.
          Perkembangan selanjutnya, manusia praaksara masa ini mampu membuat alat-alat dari batu yang sudah diasah lebih halus serta mulai dikenalnya pembuatan gerabah. Alat-alatnya berupa beliung persegi dan kapak lonjong, alat-alat pemukul dari kayu, dan mata panah.
          Pada masa bercocok tanam, manusia mulai hidup menetap di suatu perkampungan yang terdiri atas tempat-tempat tinggal sederhana yang didiami secara berkelompok oleh beberapa keluarga. Mereka mendirikan rumah panggung untuk menghindari binatang buas. Kebersamaan dan gotong royong mereka junjung tinggi. Semua aktivitas kehidupan, mereka kerjakan secara gotong royong. Tinggal hidup menetap menimbulkan masalah berupa penimbunan sampah dan kotoran, sehingga timbul pencemaran lingkungan dan wabah penyakit. Pengobatan dilakukan oleh para dukun.
           Pada masa bercocok tanam, bentuk perdagangan bersifat barter. Barang-barang yang dipertukarkan waktu itu ialah hasil-hasil bercocok tanam, hasil kerajinan tangan (gerabah, beliung), garam, dan ikan yang dihasilkan oleh penduduk pantai.

            Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzHVGD-v_a-eKBfQrznFitEd1KYmVV0z9-xdFXPdTRR8oFqeXT7aH9JbrtKAmmqaLeRnXwVDO7NSJ4BRMmTBZ29xr5neh3eethkU2Zj8lvKzBk_uve4Cn8YhM26BGmVv-QtM9ZYiJPOCWY/w350-c-h250/Masa+bercocok+tanam.jpg

    • Masa Perundingan

          Masa perundingan adalah masa akhir Prasejarah di Indonesia menurut R.P. Soejono, kata perundingan berasal dari bahasa Bali undagim yang artinya seseorang atau kelompok oraung atau segolongan orang yang mempunyai kepandaian atau keterampilan jenis usaha tertentu, seperti pembuatan gerabah, perhiasan kayu, sampan dan batu.
          Manusia yang hidup pada masa ini adalah ras Australomelanesoid dan Mongoloid. Pada masa ini manusia hidup di desa-desa, di daerah pengunungganm dataran rendah, dan di tepi pantai dalam tata kehidupan yang teratur dan terpimpin.
          Pada masa ini di tandai dengan dikenalnya pengolahan logam. Alat-alat yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari sudah banyak yang terbuat dari logam. Meskipun sudah mengenal logam manusia pada masa ini tidak melupakan penggunaan alat-alat dari patu dikarenakan penggunaan bahan loham tidak tersebar luas sebagaimana halnya penggunaan bahan batu. Kondisi ini di sebabkan persediaan logam masih sangat terbatas.
           Pada masa perundingan, perkampungan sudah mulai lebih besar di karenakan adanya hamparan lahan pertanian. Perampungan yang terbentuk lebih teraratur dari sebelumnya dan setiap kampung memiliki pemimpinnya masing-masing.
          Masyarakat juga telah membentuk aturn adat istiadatnya yang dilakukan secara turun-temurun. Hubungan dengan daerah-daerah di sekitar kepulauan Nusantara mulai terjalin. Peninggalan masa perundingan menunjukan kekayaan dan keanekaragaman budaya. Berbagai bentuk benda seni peralatan hidup, dan upacara menunjukan bahwa kehidupan masyarakat masa itu sudah memiliki kebudayaan yang tinggi.



    Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyWfT-eDWmVoHk7sLcjnZyS87mm6Z8qBxaf3R4VU_Nd6JlEYdlkq4NejOhwRoIdZ0GBZsFyPqGFVjZdfd3HGeIMtEZ4l4qmuM_dXO9kGV8Kt02hvSTMngvKsHRuXuNbDL2EoBFkXUmtCKK/s640/Kegiatan+masa+besi.jpg

Kehidupan Masyarakat Masa Hindu dan Buddha


    sebelum kedatangan budaya Hindu dan Buddha, Indonesia sendiri sudah memiliki budayanya sendiri yang cukup maju.
      Proses masukan pengaruh budaya Indonesia terjadi karena adanya hubungan dagang antara Indonesia dan India, kemudian budaya India yang masuk mengalami penyesuaian dengan jebudayaan asli Indonesia. Pengaruh budaya Hindu-Buddha ini dapat di lihat dari peinggalan-peningalan dalam berbagai bidang antara lain yaitu:

    • Bidang Keagamaan

           Sebelum masuknya budaya Hindu-Buddha, Indonesia telah percaya kepada roh nenek moyang. Kepercayaan ini bersifat animisme dan dinamisme. Animisme adalah kerpercayaan terhadap suatu benda yang dia nggap memiliki roh atau jiwa. Sedangkan dinamisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Dengan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat Indoensia berangsur-angsur memeluk agama Hindu dan Budhha, diawali oleh golongan elite di sekitar istana.

    • Bidang Politik

           Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkam oleh orang-orang India.Dalam sistem ini, kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dalam kepemimpinan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Kemudian, pemimpin ditentukan secara turun-temurun berdasarkan hak waris sesuai dengan paraturan hukum kasta.

    • Bidang sosial

          Di karenakan masuknya kebudayaan Hindu menjadikan masyarakat Indoensia mengenal aturan kasta yaitu: Kasta Brahmana(kaum pendeta, dan sarjana), Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan), Kasta Waisya (pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit).
          Kasta sudra(rakyat jelata dan pekerja kasar). Namum, unsur budaya Indonesia lama masih tampak dominan dalam semua lapisan masyrakat.
         Sistem kasta yang berada di Indonesia berbeda dengan di India yaitu tampak pada kehidupan masyarakat dan ahama di Kerajaan Kutai. Berdasarkan silsilahnya, Raja Kundungga adalah orang Indonesia yang pertama tersentuh oleh budaya India. Pada mas pemerintahanya, Kundungga masih mempertahankan budaya Indonesia karena pengaruh budaya India belum terlalu merasuk ke kerajaan. Penyerapan budaya baru mulai tampak pada waktu Aswawarman, anak Kundungga, diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya. Adanya pengaruh Hindia mengakibatkan Kundungga tidak dianggap sebagai pendiri Kerajaan kutai.

    • Bidang Pendidikan

          Lembaga pendidikan seperti asrama merupaka salah satu bukti pengaruh budaya Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga pendidikan ini mempelajari sat bidang saja, yaitu keagamaan.

    • Bidang Sastra dan Bahasa

          Pengaruh budaya Hindu-Buddha pada bahasa yaitu dikenal dan digunakannya bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesa. Pada masa ini, seni sastra sangat berkembang terutama pada zaman kejayaan kerajaan Kediri.

    • Bidang Arsitektur

          Contoh dari Arsitektur budaya Hindu-Buddha adalah punden berundak yang berada pada zaman Magelitikum. Arsitekur tersebut berpaduan dengan budaya India yang mangilhami pembuatan bangunan candi. Jika di perhatikan, Candi Borobududr sebenarnya mengambil berntuk bangunan punden berundak agama Buddha Mahayana. Pada Candi Sukuh dan candi-candi di lererng Pegununggan, pengaruh unsur budaya india sudah tidak begitu kuat. Candi-candi tersebut hanyalah punden berundak.
         Begitu juga fungsi candi di Indonesia candi bukan sekedar tempat untuk memuja dewa-dewa seperti di India, tetapi lebih sebagai tempat pertemun rakyat dengan nenek moyangnya. Candi denga patung induknya yang berupa arca merupakan perwujudan raja yang telah meninggal. Hal ini mengngatkan kita pada bangunan punden berundak dan menhirnya.
     




Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/77/Stupa_Borobudur.jpg


Kehidupan Masyarakat Indoneia masa Islam


     Masuknya islam ke Indonesia memiliki pengaruh besar bagi masyarakat Indonesia. Kebudayaan Islam terus berkembang sampai sekarang. Pengaruh kebudayaan Islam dalam kehidupan masyarakat Indonesia antara lain di berbagai bidang seperti berikut:

    • Bidang Politik

         Sebelum masuknya Islam ke Indonesia, Indonesia masuk bercorak Hindu-Buddha. Tetapi setelah masuknya Islam, Kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha mengalami keruntuhan dan digantikan perannya oleh kerajaan Islam , rajanya bergelar sultan atau sunan seperti halnya para wali. Dan jika rajanya wafat maka akan di makamkan secara Islam.

    • Bidang Sosial

          Pada kebudayaan Islam tidak memandang namanya kasta seperti kebudayaan Hindu-Buddha. Pengaruh Islam yang berkembang pesat membuat mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama Islam. Hal ini menyebabkan aturan kasta mulai pudar di masyarakat.
          Nama-nama Arab seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali, Musa, Ibrahim, Hasan, Hamzah, dan lainnya mulai digunakan. Kosakata bahasa Arab juga banyak digunakan, contohnya rahmat, berkah (barokah), rezeki (rizki), kitab, ibadah, sejarah (syajaratun), majelis (majlis), hikayat, mukadimah, dan masih banyak lagi.
          Begitu pula dengan sistem penanggalan. Sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal kalender Saka (kalender Hindu) yang dimulai pada tahun 78 M. Dalam kalender Saka ini, ditemukan nama-nama pasaran hari seperti legi, pahing, pon, wage, dan kliwon.
           Setelah berkembangnya Islam, Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriah (Islam).

    • Bidang Pendidikan

           Saat masuknya Islam pendidikan berkembang di pesantren-pesantren Islam. Sebenarnya, pesantren telah berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia. Pesantren saat itu menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, mata pelajaranya berubah menjadi pendidikan Islam.
          Pesantren adalah sebuah asrama tradisional pendidikan Islam. Siswa tinggal bersama untuk belajar ilmu keagamaan di bawah bimbingan guru yang di sebut kiai.
          Asrama siswa berada di dalam kompleks pesantren. Kiai juga tinggal di kompleks pesantren.

    • Bidang Sastra dan Bahasa

          Di karenakan masuknya Islam ke Nusantara menyebabkan tersebaranya bahasa Arab, persebaran bahasa Arab lebih cepat daripada persebaran bahasa sansekerta karena dalam Islam tak ada pangkastaan. Semua orang dari raja hingg rakyat dapat mempelajari bahasa Arab. Pada mulanya, memang hanya kaum bangsawan yang pandai menulis dan membaca huruf dan bahasa Arab.
     Penggunaan huruf Arab di Indonesia pertama kali terlihat pada batu nisan di daerah Leran Gersik, yang di duga makan salah seorang bangsawan Majapahit yang telah masuk Islam. Dalam perkembangannya, pengaruh huruf dan bahasa Arab terlihat pada karya-karya sastra.   Bentuk karya sastra yang berkembang sebagai berikut:
       1. Hikayat, cerita atau dongeng yang berpangkal dari peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk peristiwa atau tokoh sejarah. Contoh hikayat yang terkenal adalah Hikayat Amir Hamzah.
       2. Babad, kisah pujangga keraton sering dianggap sebagai peristiwa sejarah contohnya Babad Tanah Jawi (Jawa Kuno), Babad Cirebon.
       3. Suluk, kitab yang membentangkan soal-soal tasawuf contohnya Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang, dan lainnya.
       4. Syair, seperti Syair Abdul Muluk dan Gurindam Dua Belas.

    • Bidang Arsitektur dan Kesenian

          Saat masuknya Islam, Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arseitektur seperti masjid dan istana. Ada perbedaan antara masjid yang di bagun pada awal masuknya Islam ke Indonesia dan masjdi yang ada di Timur Tengah. Masjid di Indonesia tidak memiliki kubah di puncak bangunan. Kubah di ganti dengan atap tumpang atau atap bersusun, dan arsitektur seperti ini masih tercampur dengan budaya Hindu-Buddha.
         Islam juga mengenalkan yang namanya kaligrafi,  kaligrafi adalah seni menulis aksara indah yang merupakan kata atau kalimat.
        Kaligrafi memiliki berbagai wujud, mulai dari berbentuk bidatang hingga manusia. Ada juga yang berbentuk aksara yang diperindah.
         Media yang sring dugunakan adalah nisan makan, dinding masjid, mihrab, kain tenunan, kayu, dan kertas sebagai pajangan.


           Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c7/Masjid_demak.jpg




Sumber: Buku Ilmu pengetahuan sosial kelas 7 kurikulum 2013 edisi revisi 2014, penerbit Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Komentar